BANDUNG, polban.ac.id – Politeknik Negeri Bandung (Polban) menyelenggarakan Seminar Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Pemilahan, Penyimpanan, dan Pengolahan Limbah B3 untuk Mendukung Kampus Berkelanjutan” serta menghadirkan Syarif Hidayat sebagai narasumber.

Seminar dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pagi pukul 09.00–11.00 WIB yang diperuntukkan bagi dosen dan sesi siang pukul 13.30–15.30 WIB bagi tenaga kependidikan dan karyawan. Kegiatan ini bersifat wajib sebagai bagian dari upaya peningkatan pemahaman dan kepatuhan terhadap pengelolaan limbah B3 di lingkungan kampus.

Selain diikuti secara daring, kegiatan ini juga dihadiri secara luring oleh para Wakil Direktur, para Ketua Jurusan, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Koordinator Bagian Keuangan dan Umum, Kepala Subbagian Umum, satu orang dosen dari setiap jurusan, satu orang tenaga kependidikan, serta dua orang Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dari setiap jurusan.

seminar limbah b3 polban

Ketua Pelaksana, Jakariya, dalam sambutan dan penyampaian laporan kegiatan menegaskan bahwa penyelenggaraan seminar ini merupakan bentuk komitmen Polban dalam meningkatkan tata kelola limbah B3 yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia menyampaikan bahwa aktivitas pendidikan, penelitian, dan praktik laboratorium di lingkungan perguruan tinggi memiliki potensi menghasilkan limbah yang termasuk kategori B3. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif mengenai proses pemilahan, penyimpanan, hingga pengolahan limbah agar tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan maupun kesehatan.

Sesi pertama seminar dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Paula Santi Rudati. Selanjutnya, sesi kedua dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum, Yusmiati Kusuma. Pelaksanaan kegiatan pada sesi pagi dipandu oleh Andi Krisnandi Somantri sebagai moderator, sedangkan sesi siang dipandu oleh Ira Puspitasari. Secara keseluruhan, seminar berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta yang terlibat dalam diskusi dan tanya jawab.

Dalam pemaparannya, Syarif Hidayat menjelaskan mengenai definisi dan klasifikasi limbah B3, karakteristiknya, serta potensi risiko yang dapat ditimbulkan apabila tidak dikelola dengan baik. Ia juga menguraikan tahapan penting dalam pengelolaan limbah B3, antara lain pemilahan limbah sesuai jenis dan karakteristiknya sejak dari sumber, penyimpanan sementara yang memenuhi standar keselamatan dan ketentuan regulasi, pengolahan dan/atau penyerahan kepada pihak berizin, serta pencatatan dan pelabelan sebagai bagian dari sistem manajemen lingkungan.

Dalam pemaparannya, Syarif Hidayat menjelaskan mengenai definisi dan klasifikasi limbah B3, karakteristiknya, serta potensi risiko yang dapat ditimbulkan apabila tidak dikelola dengan baik. Ia juga menguraikan tahapan penting dalam pengelolaan limbah B3, antara lain pemilahan limbah sesuai jenis dan karakteristiknya sejak dari sumber, penyimpanan sementara yang memenuhi standar keselamatan dan ketentuan regulasi, pengolahan dan/atau penyerahan kepada pihak berizin, serta pencatatan dan pelabelan sebagai bagian dari sistem manajemen lingkungan.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, Polban menegaskan komitmennya dalam mendukung terwujudnya kampus berkelanjutan. Peningkatan kapasitas dosen, tenaga kependidikan, dan unsur pendukung lainnya diharapkan mampu memperkuat tata kelola lingkungan kampus yang aman, tertib, dan sesuai ketentuan.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, dalam waktu dekat akan diterbitkan surat edaran kepada seluruh unit jurusan untuk melakukan inventarisasi limbah B3 yang dihasilkan, sekaligus mengidentifikasi potensi lokasi penyimpanan sementara yang sesuai dengan ketentuan. Langkah ini diharapkan menjadi bagian awal dari penguatan sistem pengelolaan limbah B3 yang lebih terstruktur dan terintegrasi di lingkungan Polban. (dhit/jack)