BANDUNG, polban.ac.id – Bertepatan dengan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-47, Politeknik Negeri Bandung (Polban) resmi meluncurkan desain baru busana senat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya institusi untuk memperkuat identitas akademik yang berakar pada kearifan lokal namun tetap relevan dengan tantangan global. Desain busana senat terbaru ini mengusung filosofi “Trilogi Rekayasa Sunda”, sebuah konsep yang merangkum perjalanan utuh nilai-nilai akademik dan inovasi di Polban. Filosofi ini diterjemahkan ke dalam tiga tahapan utama:
- Cipta (Puseur inovasi dilambangkan dengan jubah dari depan sampai belakang berlapis batik dengan ornamen lambang Polban, angklung, dan bunga patrakomala). Tahap ini merepresentasikan Polban sebagai pusat awal penciptaan nilai akademik dan inovasi, di mana potensi mahasiswa, keahlian dosen, dan kemitraan strategis menjadi fondasi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui fase ini, Polban hadir sebagai pusat inovasi, tempat gagasan disemai melalui pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
- Topi berbentuk persegi adalah simbol egaliter. Topi berbentuk persegi dimaknai sebagai simbol egalitarianisme dalam dunia akademik, di mana setiap insan berilmu berdiri setara di hadapan pengetahuan. Bentuknya yang simetris dan memiliki sisi-sisi yang sama merepresentasikan kesetaraan hak, martabat, dan kesempatan bagi setiap individu untuk belajar, berpikir, dan berkontribusi, tanpa dibedakan oleh latar belakang. Dalam konteks ini, topi busana senat tidak hanya menjadi penanda kelulusan atau jabatan akademik, tetapi juga pernyataan visual bahwa ilmu pengetahuan adalah ruang bersama yang terbuka, adil, dan menjunjung nilai kebersamaan.
- Runtuyan Karsa (dilambangkan dengan angklung). Tahap ini melambangkan proses transformasi akademik yang terstruktur, presisi, dan penuh kesungguhan. Ide-ide mentah ditempa melalui metodologi ilmiah dan praktik profesional dalam alur kerja yang kami sebut Runtuyan Karsa. Karsa menegaskan peran Polban dalam menghasilkan solusi nyata bagi industri dan masyarakat.
- Buah Pangarti (dampak nyata dilambangkan dengan bunga patrakomala). Ini adalah hasil dan dampak nyata dari proses akademik. Output berupa lulusan yang kompeten serta produk inovatif, dan outcome berupa kontribusi terhadap pembangunan bangsa adalah manifestasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Buah Pangarti adalah benih baru yang akan terus tumbuh dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan kesejahteraan bangsa.
Ketua Senat Polban, Bambang Wisnuadhi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembaruan ini selaras dengan tema Dies Natalis tahun ini, yaitu 47 Tahun Berkarya Nyata: Memperkuat Inovasi, Menebarkan Manfaat. Menurutnya, Busana Senat ini adalah pengingat visual bagi seluruh anggota senat akan tanggung jawabnya dalam mendorong tumbuhnya budaya akademik sehingga dapat mencetak agen perubahan yang berdampak positif luas bagi masyarakat. Desain ini menggabungkan nilai-nilai budaya Sunda dengan estetika modern. “Busana senat ini dirancang sebagai simbol perjalanan keilmuan dan teknologi yang utuh, dari ide, proses, hingga manfaat. Ini adalah refleksi komitmen Polban dalam menghasilkan karya nyata, aplikatif, dan bermanfaat bagi masyarakat dan industri,” ungkapnya.
Kehadiran busana baru ini diharapkan dapat meningkatkan khidmatnya prosesi akademik sekaligus memperkuat citra Polban sebagai politeknik unggulan yang visioner. (senat Polban)






