BANDUNG, polban.ac.id – Program Studi Teknik Konstruksi Sipil Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung menyelenggarakan kegiatan kuliah umum bagi seluruh mahasiswa angkatan 2024 dan 2025 pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Conference Room Lantai 3 Gedung P2T Polban ini menghadirkan akademisi dan peneliti di bidang geologi teknik serta kebencanaan geologi untuk memperkuat wawasan mahasiswa mengenai pentingnya aspek geologi dalam pembangunan infrastruktur sipil.

Kuliah umum diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Program Studi Teknik Konstruksi Sipil. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya program studi dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap tantangan pembangunan infrastruktur yang aman, berkelanjutan, dan adaptif terhadap risiko kebencanaan di Indonesia.

Kuliah Umum Prodi Teknik Konstruksi Sipil Polban Bahas Geologi Teknik dan Mitigasi Gerakan Tanah
Kuliah Umum Prodi Teknik Konstruksi Sipil Polban Bahas Geologi Teknik dan Mitigasi Gerakan Tanah

Selain itu, kuliah umum ini juga merupakan agenda rutin program studi yang dilaksanakan setiap semester dan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Teknik Konstruksi Sipil. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh tambahan wawasan dan pengalaman langsung dari praktisi, akademisi, maupun peneliti yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang teknik sipil serta kebencanaan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil, Dr.-Ing. Ir. Luthfi Muhammad Mauludin, S.S.T., M.SAHC. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa mahasiswa teknik sipil perlu memiliki pemahaman yang komprehensif tidak hanya terkait desain dan konstruksi, tetapi juga mengenai kondisi geologi serta potensi bencana yang dapat memengaruhi keberlanjutan infrastruktur.

“Seorang lulusan sipil harus mampu memahami kondisi lingkungan dan karakteristik geologi tempat suatu infrastruktur dibangun. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan pembangunan yang aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Ir. Tolchani, S.T., M.T., IPM. yang merupakan dosen di Sekolah Tinggi Teknologi Mineral Indonesia sekaligus Tenaga Ahli BBWS Cimancis. Materi yang disampaikan berjudul “Pentingnya Memahami Kondisi Geologi Teknik Site (Studi Kasus: Runtuhnya Bendung Cariang Sumedang)”. Sesi ini dimoderatori oleh Nita Widia Khairinnisa Rustawa, M.Tr.T. selaku dosen Kelompok Keahlian Sumber Daya Air.

Dalam pemaparannya, Ir. Tolchani menjelaskan pentingnya investigasi geologi teknik sebelum pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi tanah, batuan, serta karakteristik lereng menjadi faktor penting dalam menentukan keamanan dan keberlanjutan suatu infrastruktur.

Melalui studi kasus runtuhnya Bendung Cariang di Sumedang, mahasiswa diajak memahami bagaimana faktor geologi dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi stabilitas konstruksi apabila tidak dianalisis secara menyeluruh sejak tahap perencanaan. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perencana konstruksi dan tenaga ahli geologi dalam setiap proyek infrastruktur.

Sesi kedua menghadirkan Khori Sugianti, S.T., M.T. yang merupakan Peneliti Ahli Madya pada Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN. Pada sesi ini, beliau menyampaikan materi berjudul “Pemetaan Kerentanan Gerakan Tanah Menggunakan TRIGRSMap”. Kegiatan sesi kedua dimoderatori oleh Anna Dewi, M.Tr.T. selaku dosen Kelompok Keahlian Struktur.

Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi pemodelan spasial untuk memetakan potensi gerakan tanah dan longsor. Khori Sugianti menjelaskan bahwa TRIGRSMap dapat digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan longsor berdasarkan parameter geologi, topografi, hidrologi, dan curah hujan.

Beliau juga menyampaikan bahwa pemetaan kerentanan gerakan tanah menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana, terutama di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan geologi cukup tinggi. Hasil pemetaan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pembangunan infrastruktur maupun penyusunan tata ruang wilayah.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa terkait investigasi geologi, analisis kerentanan longsor, serta penerapan teknologi pemetaan dalam dunia konstruksi sipil dan mitigasi bencana.

Sebagai penutup kegiatan, dilakukan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata kepada kedua narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan kepada mahasiswa. Penyerahan cendera mata dilakukan oleh Koordinator Program Studi Teknik Konstruksi Sipil, Ir. Angga Marditama Sultan Sufanir, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.

Melalui kegiatan kuliah umum ini, Program Studi Teknik Konstruksi Sipil berharap mahasiswa dapat memperluas wawasan mengenai pentingnya integrasi aspek geologi teknik, mitigasi bencana, dan teknologi pemetaan dalam pembangunan infrastruktur yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.(AMSS)