BANDUNG, polban.ac.id – Program Studi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan (TPJJ) Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung (Polban) kembali menyelenggarakan kuliah umum sebagai bagian dari agenda akademik rutin yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa setiap semester. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026 ini dilaksanakan di Teleconference Room Lantai 3 Gedung H Polban dan menghadirkan dua narasumber yang merupakan praktisi berpengalaman dari Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Jawa Barat.
Kuliah umum merupakan salah satu upaya Prodi TPJJ dalam memperkaya wawasan mahasiswa melalui transfer pengetahuan dan pengalaman langsung dari para profesional yang berkecimpung di dunia kerja. Selain memperkuat pemahaman terhadap materi perkuliahan, kegiatan ini juga memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dan perkembangan terkini di bidang infrastruktur transportasi, khususnya jalan dan jembatan.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil Polban, Dr.-Ing. Ir. Luthfi Muhammad Mauludin, S.S.T., M.SAHC. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan dunia profesi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang kuat, tetapi juga memahami kebutuhan dan dinamika sektor infrastruktur jalan dan jembatan di lapangan.
“Melalui kuliah umum seperti ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari para praktisi yang memiliki pengalaman luas dalam perencanaan, pembangunan, dan pemeliharaan infrastruktur. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat melengkapi materi yang telah dipelajari di kelas,” ujarnya.
Sesi pertama menghadirkan Ir. Sutjipto, M.Eng.Sc., IPU., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua I DPD HPJI Jawa Barat. Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi mengenai pemeliharaan jalan, salah satu aspek penting dalam manajemen aset infrastruktur jalan.
Dalam pemaparannya, Ir. Sutjipto menjelaskan bahwa pemeliharaan jalan merupakan kegiatan yang sangat menentukan keberlanjutan fungsi pelayanan jalan. Kerusakan yang tidak ditangani secara tepat dapat menurunkan tingkat keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi perjalanan pengguna jalan. Oleh karena itu, diperlukan sistem pemeliharaan yang terencana, berkelanjutan, dan berbasis kondisi lapangan.
Beliau juga menguraikan berbagai jenis kerusakan perkerasan yang umum dijumpai, mulai dari retak, deformasi, hingga lubang jalan, serta metode penanganan yang sesuai untuk masing-masing jenis kerusakan. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan pada konsep preservasi jalan yang menekankan pentingnya tindakan preventif untuk memperpanjang umur layanan infrastruktur dan mengoptimalkan penggunaan anggaran pemeliharaan.
Sesi ini dimoderatori oleh Linda Aisyah, M.T., dosen Kelompok Keahlian Transportasi Jurusan Teknik Sipil Polban. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa terkait tantangan pemeliharaan jalan di Indonesia, penggunaan teknologi dalam inspeksi jalan, serta strategi pengelolaan aset jalan yang efektif.
Memasuki sesi kedua, kuliah umum menghadirkan Ir. Joko Purnomo, M.T., yang merupakan Sekretaris DPD HPJI Jawa Barat. Pada sesi ini, beliau menyampaikan materi mengenai pemeliharaan jembatan, yang merupakan bagian penting dalam menjaga konektivitas jaringan transportasi.
Dalam paparannya, Ir. Joko Purnomo menjelaskan bahwa jembatan merupakan struktur vital yang membutuhkan perhatian khusus karena berfungsi sebagai penghubung antarwilayah dan mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi barang. Oleh karena itu, kegiatan inspeksi dan pemeliharaan berkala menjadi faktor penting untuk memastikan keamanan dan keandalan struktur jembatan.
Beliau memaparkan berbagai komponen jembatan yang perlu mendapatkan perhatian dalam proses pemeliharaan, mulai dari bangunan atas, bangunan bawah, sambungan muai, perletakan, hingga sistem drainase. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai metode inspeksi kondisi jembatan, identifikasi kerusakan struktural maupun nonstruktural, serta langkah-langkah penanganan yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kinerja jembatan selama masa layanannya.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah perlunya pendekatan manajemen aset jembatan yang didukung oleh data kondisi yang akurat. Dengan sistem pengelolaan yang baik, kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien sehingga risiko kerusakan yang lebih besar dapat diminimalkan.
Sesi kedua dimoderatori oleh Askia Esa Aulia, M.T., dosen Kelompok Keahlian Transportasi. Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait proses inspeksi jembatan, tantangan pemeliharaan di lapangan, hingga peluang penerapan teknologi digital dalam pengelolaan infrastruktur jembatan.
Melalui dua materi yang disampaikan, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya pemeliharaan infrastruktur sebagai bagian dari siklus hidup jalan dan jembatan. Pengetahuan tersebut menjadi bekal yang sangat relevan bagi mahasiswa Prodi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan yang kelak akan terlibat dalam perencanaan, pembangunan, maupun pengelolaan infrastruktur jalan dan jembatan.
Kegiatan kuliah umum ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, dosen, dan narasumber sebagai bentuk dokumentasi dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan cendera mata kepada kedua narasumber sebagai ungkapan terima kasih atas kontribusi ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan kepada mahasiswa.
Cendera mata diserahkan oleh Koordinator Prodi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan, Dr. Enung, S.T., M.Eng. Penyerahan ini menjadi simbol penghargaan atas dukungan dan kolaborasi antara dunia akademik dan organisasi profesi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di bidang infrastruktur jalan dan jembatan.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Prodi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan Polban berharap mahasiswa dapat terus memperluas wawasan, memahami kebutuhan industri, serta meningkatkan kesiapan untuk menghadapi tantangan profesional di bidang jalan dan jembatan. Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen prodi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. (AMSS)






