BANDUNG, polban.ac.id – Perkembangan teknologi digital dan kebutuhan data center menempatkan sistem pendinginan sebagai bagian penting dalam menjaga keandalan operasional dan efisiensi energi. Di bidang inilah mahasiswa Jurusan Teknik Refrigerasi dan Tata Udara Politeknik Negeri Bandung (Polban) mencatatkan prestasi melalui The 6th Midea International HVAC Design Contest 2026.
Dua tim mahasiswa Polban berhasil meraih capaian di tingkat nasional dan internasional. Tim Make Mom Proud meraih Juara III tingkat nasional kategori Student Group, sementara Tim AirthWise Green Data Center memperoleh penghargaan Design Expert pada kategori mahasiswa di tingkat internasional. Kedua tim dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Andriyanto Setyawan, M.T.
Tim Make Mom Proud beranggotakan Muhammad Nadzarridho Julianto, Kinanthi Roodhiyatami Mardiyyah, Salsabila Putri Utami, Shafira Salma Fauziah, dan Aulia Salsabila. Tim ini masuk dalam tiga besar nasional bersama dua tim dari Institut Teknologi Bandung sebelum akhirnya meraih Juara III.
Bagi Nadzarridho, kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dalam proses perancangan.
“Senang sekali bisa lolos ke tingkat nasional, dan saya tidak menyangka. Banyak hal yang bisa saya pelajari dari lomba ini. Materi yang pernah dipelajari di mata kuliah menjadi lebih aplikatif,” ujar Nadzarridho.
Tim AirthWise Green Data Center terdiri atas Andhara Elang Bintang Saputro, Cyntia Resty Fauzi, Maulana Kuspadila Rozak, Nur Fitra Auvah, dan Slawa Pitriani. Melalui karya tersebut, tim mengangkat kebutuhan pendinginan pada data center, fasilitas yang harus menjaga kondisi operasional perangkat secara terus-menerus. Tantangannya adalah merancang sistem yang andal sekaligus efisien dalam penggunaan energi.
Maulana mengaku penghargaan tahun ini terasa berkesan karena sebelumnya ia pernah mengikuti kompetisi yang sama. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk kembali mencoba bersama tim.
“Tidak menyangka bisa menang karena sebelumnya saya sudah pernah ikut beberapa tahun lalu. Tahun ini kami mencoba sebaik mungkin bersama tim untuk mengerjakan desain. Banyak sekali yang bisa dipelajari dari lomba ini,” ungkap Maulana.
Ia berharap mahasiswa lainnya juga berani mengikuti kompetisi serupa pada tahun berikutnya dan merasakan pengalaman belajar melalui proses perancangan bersama tim.
Prof. Andriyanto menyampaikan kebanggaannya atas capaian kedua tim. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Jurusan Teknik Refrigerasi dan Tata Udara Polban mampu bersaing secara akademik di tingkat nasional maupun internasional, bersama peserta dari universitas dan politeknik.
Ia juga menekankan bahwa keandalan data center perlu didukung oleh sistem pendinginan yang andal. Perkembangan infrastruktur digital membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi refrigerasi dan tata udara pada kebutuhan industri yang semakin beragam.
“Berani mencoba hal baru. Polban, jurusan dan dosen siap mendukung,” pesan Prof. Andriyanto.
Prestasi kedua tim menjadi dorongan bagi mahasiswa Polban untuk terus mengembangkan kompetensi dan membawa karya mereka ke tingkat nasional maupun internasional. Pengalaman ini sekaligus memperlihatkan bagaimana pembelajaran di bidang refrigerasi dan tata udara dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan industri digital.* (una/dhit/dr)






