BANDUNG, polban.ac.id – Program Studi Magister Terapan Rekayasa Infrastruktur (MTRI), Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung (Polban), sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum yang diikuti oleh mahasiswa angkatan 2024 dan 2025, baik kelas reguler maupun non-reguler. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 2026 secara hybrid dengan sesi pertama berlangsung di Gedung H Lantai 4 Polban dan melalui platform Zoom Meeting, sedangkan sesi kedua dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting.
Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber dari Kementerian Pekerjaan Umum yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan dan pengelolaan infrastruktur nasional. Narasumber pada sesi pertama adalah Dr. Greece Maria Lawalata, S.T., M.T. dari Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga. Sementara itu, sesi kedua menghadirkan Redrik Irawan, S.T., M.T. dari Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur, Direktorat Jenderal Bina Marga.
Kegiatan dibuka oleh Koordinator Program Studi MTRI, Dr. Ir. Atmy Verani Rouly Sihombing, S.T., M.T., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum merupakan salah satu sarana untuk memperkuat keterkaitan antara dunia akademik dan praktik profesional di bidang rekayasa infrastruktur. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan terkini mengenai tantangan, kebijakan, serta perkembangan teknologi yang diterapkan dalam pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, geoteknik, dan struktur di Indonesia.
Pada sesi pertama, Dr. Greece Maria Lawalata, S.T., M.T., Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Madya Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan, menyampaikan materi bertajuk “Green Technology pada Pembangunan Jalan.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa sektor infrastruktur memiliki kontribusi signifikan terhadap emisi karbon, penggunaan sumber daya alam, serta perubahan lingkungan sehingga penerapan teknologi hijau menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Konsep pembangunan jalan berkelanjutan harus memperhatikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial secara seimbang sebagai bagian dari upaya mendukung target pembangunan berkelanjutan dan komitmen Net Zero Emission Indonesia.
Lebih lanjut, Dr. Greece memaparkan berbagai implementasi teknologi hijau yang telah diterapkan pada sektor jalan, seperti pemanfaatan material lokal yang lebih ramah lingkungan, penggunaan teknologi perkerasan yang hemat energi, serta pengembangan inovasi material yang mampu mengurangi konsumsi aspal minyak dan emisi selama proses konstruksi. Beliau juga menekankan pentingnya konsep Infrastructure for All, yaitu penyediaan infrastruktur yang aman, nyaman, inklusif, dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Sesi kedua menghadirkan Redrik Irawan, S.T., M.T. dari Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur, Direktorat Jenderal Bina Marga, yang membawakan materi mengenai “Inspeksi, Pemeliharaan, dan Metode Perbaikan Jembatan dalam Sistem Manajemen Jembatan Indonesia.” Materi ini menyoroti pentingnya pengelolaan aset jembatan secara sistematis melalui pendekatan Bridge Management System (BMS) untuk menjamin keamanan, keandalan, dan keberlanjutan layanan infrastruktur jembatan nasional.
Dalam pemaparannya, Bapak Redrik menjelaskan bahwa jembatan merupakan komponen vital dalam sistem transportasi karena berperan menentukan kapasitas jaringan, memiliki biaya investasi yang tinggi, serta dapat menyebabkan terganggunya sistem transportasi secara keseluruhan apabila mengalami kegagalan fungsi. Oleh karena itu, kegiatan inspeksi, evaluasi kondisi, pemeliharaan, rehabilitasi, hingga penggantian jembatan harus dilaksanakan berdasarkan data yang akurat dan prinsip manajemen aset yang terintegrasi.
Selain membahas perkembangan Sistem Manajemen Jembatan Indonesia (IBMS), peserta juga memperoleh wawasan mengenai penerapan teknologi digital dalam pengelolaan aset jembatan, pengembangan indikator kesehatan jembatan, strategi prioritas penanganan, serta arah pengembangan sistem manajemen jembatan yang lebih modern dan berbasis data untuk mendukung efektivitas pengambilan keputusan.
Kegiatan kuliah umum ini dimoderatori oleh Askia Esa Aulia, S.T., M.T. pada sesi pertama dan Ir. Try Kurniawan Akhbar, S.S.T., M.S.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. pada sesi kedua. Kehadiran para moderator turut mendukung jalannya diskusi yang dinamis dan produktif.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan diskusi dari mahasiswa terkait implementasi teknologi hijau pada proyek jalan, tantangan pencapaian target pembangunan berkelanjutan, hingga praktik inspeksi dan pemeliharaan jembatan di Indonesia. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap isu keberlanjutan dan manajemen aset infrastruktur yang saat ini menjadi fokus utama pembangunan nasional.
Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat jejaring antara mahasiswa, dosen, dan praktisi profesional di bidang infrastruktur. Di akhir kegiatan, Program Studi MTRI memberikan apresiasi kepada para narasumber atas kontribusi dan kesediaannya berbagi ilmu serta pengalaman kepada civitas akademika Polban.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Program Studi MTRI Polban terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, sekaligus mendukung terwujudnya lulusan yang unggul, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. (AVRS)






