BANDUNG, polban.ac.id – Politeknik Negeri Bandung (Polban) melalui Kelompok Keahlian (KK) Transportasi, Jurusan Teknik Sipil, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Program Edukasi dan Pelatihan Keselamatan Berkendara bagi Siswa Sekolah Menengah Atas sebagai Upaya Preventif Penurunan Risiko Kecelakaan Lalu Lintas” di SMA Negeri 15 Bandung. Program yang berlangsung selama lima bulan, mulai Juli hingga November 2026, ini ditujukan terutama bagi siswa yang menggunakan sepeda motor sebagai moda transportasi sehari-hari.
Kegiatan PkM melibatkan 13 dosen serta 5 mahasiswa dari Program Studi Diploma III Teknik Konstruksi Sipil dan Program Studi Sarjana Terapan Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan. Tim PkM dipimpin oleh Ir. Angga Marditama Sultan Sufanir, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. Keterlibatan sivitas akademika Polban menjadi bagian dari upaya menerapkan keahlian teknik sipil di bidang transportasi untuk mendukung peningkatan kesadaran serta keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar.
Edukasi keselamatan berkendara bagi siswa SMA menjadi penting seiring meningkatnya mobilitas pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor secara mandiri. Penggunaan kendaraan tersebut perlu diiringi dengan pengetahuan, keterampilan, kesadaran terhadap potensi bahaya, serta pemahaman mengenai tanggung jawab sebagai pengguna jalan. Atas dasar itu, program PkM tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga diawali dengan identifikasi kondisi peserta dan diakhiri dengan evaluasi untuk mengetahui perubahan pengetahuan setelah mengikuti kegiatan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan survei perilaku berlalu lintas siswa. Survei ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebiasaan dan perilaku siswa saat berada di jalan. Informasi yang diperoleh menjadi salah satu dasar dalam mengidentifikasi kebutuhan edukasi sehingga materi dan pelatihan dapat disusun sesuai dengan kondisi serta karakteristik peserta.
Selanjutnya, tim melaksanakan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal siswa mengenai keselamatan berkendara. Hasil pengolahan pre-test kemudian digunakan sebagai bahan masukan dalam penyusunan materi dan modul pelatihan. Dengan demikian, materi yang diberikan dapat lebih relevan dengan kebutuhan siswa SMA Negeri 15 Bandung.
Materi edukasi mencakup berbagai aspek keselamatan berkendara, antara lain faktor risiko kecelakaan, kesiapan pengendara sebelum perjalanan, penggunaan perlengkapan keselamatan, kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan, serta cara berinteraksi secara aman dengan pengguna jalan lainnya. Siswa juga diberikan pemahaman bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga oleh kedisiplinan, kepatuhan terhadap peraturan, kemampuan mengenali risiko, dan ketepatan dalam mengambil keputusan selama perjalanan.
Proses edukasi dan pelatihan dilakukan secara partisipatif dan aplikatif. Selain menerima materi, siswa diajak membahas berbagai kondisi lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan melalui diskusi, simulasi, dan latihan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami hubungan antara materi yang diberikan dengan situasi yang mereka temui dalam perjalanan sehari-hari.
Untuk mengetahui capaian kegiatan, siswa kembali mengikuti post-test setelah rangkaian edukasi dan pelatihan selesai. Hasil post-test kemudian diolah dan dibandingkan dengan hasil pengukuran awal. Evaluasi tersebut digunakan untuk melihat perubahan tingkat pemahaman siswa sekaligus memberikan gambaran mengenai efektivitas pelaksanaan program.
Ketua Tim PkM, Angga, menekankan bahwa edukasi keselamatan berkendara perlu dilakukan secara preventif dan berkelanjutan, terutama kepada generasi muda yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.
“Keselamatan berkendara bukan sekadar kemampuan mengoperasikan kendaraan. Siswa perlu memahami risiko, mengenali kondisi lingkungan jalan, mematuhi aturan, serta memiliki sikap disiplin dan bertanggung jawab sebagai pengguna jalan,” ujar Angga. (AMSS)






